Bahasa Daerah Jadi
Gaul? Ini Nih 7 Bahasa Sunda Yang Menjadi Populer!
Sebagai
provinsi yang bertetangga atau bahkan, sebenarnya menyatu dengan ibu kota, Jawa Barat dengan bahasa
daerahnya yaitu Bahasa Sunda cukup mempengaruhi pergaulan anak-anak muda saat
ini.
Terbukti beberapa kata dalam Bahasa Sunda sekarang sering diucapkan oleh orang
Jakarta, bahkan juga daerah lain.
Berikut
beberapa kata yang biasa digunakan dalam pergaulan sehari-hari tersebut.
Atuh
Penggunaan
kata yang satu ini sebenarnya hampir sama dengan kata ‘dong’ dalam bahasa
Indonesia yang biasa digunakan di belakang kata sebagai pemanis atau pelembut.
Contoh: “Mau kemana atuh?”, “Kan aku mah cantik, atuh…”
Hese
”Hese’
dalam Bahasa Indonesia berarti ‘susah’ atau ‘sulit.’ Belakangan ini, kata
‘hese’ mulai populer dalam pergaulan. Kemungkinan kata ini menjadi populer
karena mudah diucapkan dan bunyinya pun terkesan lebih ekstrim dibanding
mengucapkan ‘susah’ sehingga cocok menggambarkan sesuatu yang seolah-olah
sangat sulit. Contoh: “Hari ini makan banyak padahal mau diet, hese…”
Aing
Sebenarnya,
kata ‘aing’ yang berarti ‘aku’ atau ‘saya’ ini termasuk dalam kategori kasar
dan hanya digunakan pada saat bercakap-cakap dengan orang yang usianya sebaya
atau di bawah kita. ‘Aing’ kini sangat populer diucapkan terutama oleh
anak-anak muda Jakarta.
Maneh
Kata
‘maneh’, yang berarti ‘kamu’ dalam Bahasa Sunda, juga termasuk ketagori kasar
dan hanya digunakan ketika berbicara pada orang yang usianya sebaya atau di
bawah kita. Seiring dengan populernya kata ‘aing’, secara otomatis ‘maneh’ pun
digunakan sebagai pengganti ‘kamu’ dalam
pergaulan sehari-hari.
Naon
Kata
yang berarti ‘apa’ dalam Bahasa Indonesia ini tidak sepopuler kata-kata yang
lain, akan tetapi kata ini mulai banyak diucapkan oleh orang-orang di luar Jawa
Barat. Kemungkinan kata ini menjadi populer karena pengucapannya yang mudah.
‘Naon’ sendiri sebenarnya tidak termasuk dalam Bahasa Sunda Lemes (Bahasa Sunda
halus) namun biasa digunakan dalam sehari-hari.
Lieur
Kata
‘lieur’ yang berarti ‘pusing’ memang jarang digunakan, mungkin karena bunyi
‘eu’-nya yang memang kadang sulit untuk diucapkan bagi yang tidak terbiasa
dengan lafal tersebut. Tapi bagi mereka yang pernah tinggal di Bandung atau
kota-kota lain di Jawa Barat pasti sedikit banyak akan menggunakan kata ini
untuk mengungkapkan keruwetan atau situasi yang sulit.
Keukeuh
Mendahului
kata-kata lain di atas, ‘keukeuh’ yang berarti ‘ngotot’ sudah sering digunakan
dalam karya-karya jurnalistik. Kata yang satu ini bahkan sudah sejak lama
dipakai di majalah-majalah maupun surat kabar sebagai pengganti kata ‘ngotot’
agar terdengar lebih baik dan tajam.
Selain
Bahasa Sunda, banyak kata-kata dalam bahasa daerah lain di Indonesia yang
menjadi populer seperti Bahasa Jawa atau juga bahasa-bahasa dari kawasan
Indonesia Timur. Sebagai bangsa yang besar, tentu saja kita patut
berbangga karena kita memiliki bahasa ibu yang beragam dan tentunya, tidak ada
salahnya untuk digunakan dalam pergaulan sehari-hari selama kata-kata tersebut
memiliki arti yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar