text berjalan

selamat datang dan terima kasih atas kunjungannya

Rabu, 10 April 2019

Mobil Yang Punya “Nickname” Aneh Di Indonesia


Mobil Yang Punya “Nickname” Aneh Di Indonesia


Dunia otomotif di Indonesia bisa dibilang cukup berkembang. Dari dulu hingga sekarang, banyak varian mobil dari berbagai produsen yang berlalu lalang di jalanan Indonesia. Bahkan beberapa tipe begitu populer di hati masyarakat sehingga memiliki kedekatan emosional pada penggunanya. Tak ayal, kedekatan emosional ini membuat masyarakat memberikan julukan atau “nickname” untuk mobil-mobil yang mereka sukai dan populer pada jamannya. Nama panggilan tersebut terasa lebih akrab dan cukup mudah diucapkan daripada mengucapkan seri mobil tersebut. Pemberian nama itu pun terkesan nyeleneh dan asal, disesuaikan dengan bentuk mobil, suara khas, atau kedekatan lainnya yang bisa diterima dan dipahami oleh semua orang.
Mobil apa saja yang mendapatkan julukan aneh dari para penggunanya? Berikut ringkasannya.

1. Truntung

mobil truntung Via kaskus.co.id
Nama Truntung sebenarnya berasal dari suaranya yang selalu terdengar seperti “Turuntung..tung.tung”. Ia sebenarnya adalah Suzuki ST20 yang pernah berjaya di era tahun 1980-an. Kerasnya suara tersebut hingga berubah menjadi sebuah julukan berasal dari mesin 550cc, 2 langkah persis seperti Mitsubishi Minicab. Dengan konfigurasi mesin yang masih sangat sederhana ditambah dengan silinder yang hanya terdiri dari dua unit saja, Suzuki Truntung terkenal berisik tapi cukup handal dalam hal tenaga.
2. Tuyul/Cetol/Unyil

mobil tuyul Via kaskus.co.id

Entah siapa orang pertama menyebut Daihatsu S78 ini dengan nama tuyul. Di Indonesia, istilah tuyul mahsyur dengan jenis mahluk halus yang selalu identik dengan anak kecil berkepala pelontos alias tanpa rambut. Tapi uniknya, nama tersebut justru disematkan untuk sebuah mobil pick-up sehingga bukan terkesan seram tapi malah terdengar lucu. Lampu depan Daihatsu Tuyul masih memakai model lawas berbentuk bulat dengan ornamen depan polos yang minim dengan lekukan atau kurva-kurva tajam. Mungkin itu juga yang membuatnya terlihat polos dan tekesan seperti pelontos. Sama seperti Suzuki Truntung, dapur pacu Daihatsu Tuyul mengadopsi konfigurasi 2-tak sehingga suara mesinnya terdengar lebih kasar.

3. Curut

mobil curut Via kaskus.co.id

Orang Indonesia di masa lalu terkenal tidak suka dengan nama rumit dan sulit diucapkan. Seperti halnya Datsun 120Y (B110) yang menggunakan gabungan antara angka dan huruf hingga terkadang menyulitkan untuk diingat. Demi memudahkan untuk mengingat namanya, masyarakat malah mengenal mobil Datsun ini dengan istilah ‘curut’, yang merupakan nama jenis tikus. Penamaan tersebut rupanya diidentikkan dengan model moncong depan mungil dengan mata bulat dan lekuk tubuh melandai persis seperti wujud tikus curut. Nama besarnya sebagai salah satu varin Datsun, selaras dengan kejayaan produsen tersebut yang pernah berjaya di tahun 1970-an.

4. Lele

mobil lele Via kaskus.co.id

Ikan lele merupakan jenis hewan yang sangat populer sebagai lauk makanan yang lezat dan menggungah selera. Tapi siapa sangka bahwa bentuknya yang aneh dan berbahaya jika dipegang dengan tangan telanjang itu diidentikkan seperti bentuk mobil. Nama mobil lele tersebut rupanya diberikan untuk Toyota Crown generasi ke-4 berjenis sedan MS60 dan MS65 sehingga ia kerap kali dikenal sebagai Toyota Crown Lele atau Crown Lele. Penamaan Crown Lele sebenarnya berasal dari bentuk spion utama yang terbilang tidak biasa karena terletak di ujung moncong kap mobil. Apalagi bentuknya yang unik semakin menimbulkan kesan jika spion tersebut mirip dengan kumis ikan lele.

5. Doyok/Bajul

mobil doyok Via kaskus.co.id

Nama Kijang Doyok disematkan pada generasi pertama keluarga Toyota Kijang yang asli dan lahir di Indonesia hasil kerjasama dengan produsen Jepang pada tahun 1977. Padahal, kata Doyok tersebut diambil dari seorang tokoh komedian nasional bernama Doyok yang memiliki nama asli Sudarmadji.
Saking unik bentuknya, nama Kijang ini pun semakin bervariasi hingga muncullah Kijang Bajul (karena kap mesin depan yang bisa dibuka) hingga Kijang Kotak akibat modelnya yang terkesan boxy. Sekarang ia lebih dikenal sebagai mobil antik yang sudah jarang dimiliki. Tak heran jika para pemilik mobil lebih sering melakukan restorasi dan menyimpannya sebagai barang koleksi yang tidak pernah punah popularitasnya ditelan zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar